KARTUN POLITIK

Political Cartoon Weblog

Perang Kartun Indonesia – Australia

Dibawah ini adalah kutipan tulisan Yayak Yatmaka, yang berjudul “Perang Kartun Indonesia-Australia.” Tulisan ini pernah dimuat pada situs http://www.raseni.nl/

Sekali lagi Yayak menunjukkan bahwa kartun dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan politik.

————————————–

Melihat kartun editorial koran Rakyat Merdeka, terutama gambar kartun yang menyerang pemerintah Australia dengan telah memakai senjata berupa gambaran ‘cara hubungan seksual nista’, bisa jadi petunjuk telah terjadinya loncatan besar keberanian dan kesadaran baru insan pers
Indonesia.

Kartun sebagai senjata
Di Koran Rakyat Merdeka akhir minggu bulan Maret termuat karikatur menghujat dua dingos berwajah John Howard dan Alexander Downer lagi bersiap mau bersodomi dan bilang “We need Papua. Ayo Al, mainkan!”. Seminggu kemudian The Australian membalas dengan karikatur bergambar binatang berpeci berwajah mirip Soesilo Bambang Yudhoyono tertawa dan bilang: “Don’t take this in the wrong way!”, sedang menyodomi binatang hitam berambut kriting dan tulang di hidungnya mengingatkan pada wajah orang Papua.

SBY tak ingin melihat karikatur itu dan hanya bilang bahwa itu serangan yang keterlaluan dan barang sampah, menunjukkan selera rendah redaksi dan pembaca koran itu. Howard dan Downer juga memberikan tanggapan sejenis atas kartun Rakyat Merdeka. Setengah memaki dengan mengatakan bahwa kartun itu miskin rasa dan rendah pikiran. Perang karikatur ini terjadi menyertai hubungan diplomatik yang memanas akibat penerimaan pemerintah Australia atas 42 pencari suaka dari Papua.

Kartun, terakhir ini telah secara beruntun dipakai untuk perang urat syaraf. Seperti yang baru saja terjadi, dunia dibikin panas akibat Koran Denmark Jyllands Posten memuat karikatur Muhammad, nabi para muslim yang sangat taat menjalani larangannya untuk tidak sekalipun menggambarkan profil wajah nabinya itu. Api menyala di hampir semua negara Islam di Timur Tengah maupun di negara yang berwarga muslim. Juga, di Indonesia.

Bahkan Duta Besar
Denmark menyatakan permintaan maaf kepada kaum Muslim atas pemuatan kartun itu, meski tetap menyatakan bahwa pemerintahnya tak kuasa untuk membatasi pers di negaranya yang demokratis. Kemudian hari diketahui bahwa koran itu milik orang Yahudi.

Ketika sebuah koran di Iran membuka lomba kartun internasional dengan tema “Holocaust”, beberapa saat sesudah kasus pemuatan kartun Muhammad itu, mencuat, banyak media Eropa menduga bahwa barisan Muslim lagi menyiapkan serangan balasan.

Sebuah bom, beberapa tahun lalu meledak di sebuah disko di Yerusalem. Sehari setelah pemuatan di suatu koran Israel sebuah karikatur yang menggambarkan seekor babi memakai surban serupa seperti yang dikenakan Yasser Arafat. Ledakan itu mengakibatkan matinya beberapa anak muda.

Ternyatalah bahwa kartun politik, di antaranya memang efektif untuk dipakai menyerang golongan atau lawan lain yang dianggap berseberangan sikap, pemikiran dan ideologinya. Sesuai sifatnya yang mengusik emosi, menggelitik syaraf gelak, dan menghantarkan ke pemikiran kritis, sebuah kartun dengan penggambaran tertentu bisa dipakai untuk melukai perasaan atau membunuh karakter lawan.

Gambar sebagai senjata, sebagai alat propaganda dalam perang urat syaraf bahkan dipakai semenjak orang mengenal ilmu dan media cetak. Secara terbuka dipakai sejak Perang Dunia I. Yang bisa dijadikan contoh klasik dan tertinggal lama di benak orang sedunia adalah gambar Charlie Chaplin. Ia memanasi perang propaganda antara Sekutu melawan Jerman. Kumis segi empat Chaplin dan cara berjalannya yang seperti pinguin memang sengaja dipakai untuk mengejek Hitler selama Perang Dunia II.

Tulisan yang lebih lengkap dapat diakses pada situs:

http://www.ranesi.nl/tema/budaya/perang_kartun_indo_aussi

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: